11

Sep

Tarif Internet Leased Line Telkom Turun Antara 46-81 Persen Print
Written by rwins   
 JAKARTA, SELASA – Setelah penurunan tarif telekomunikasi, giliran tarif Internet yang digarap pemerintah untuk mendorong peningkatan penetrasi ICT (information and communication technology) di masyarakat.

Penurunan tarif Internet yang signifikan terutama akan dirasakan para pelanggan sewa jaringan (leased line) dalam waktu dekat dan diharapkan dapat menurunkan tarif akses Intrenet hingga ke pengguna akhir.

Penyedia jaringan yang dipastikan segera menurunkan tarif sewa jaringan adalah PT Telkom. Dirjen Postel telah menerbitkan surat Nomor 115 tahun 2008, Senin (7/4), yang menyetujui penurunan tarif sewa jaringan (leased line) Internet yang diajukan PT Telekomunikasi Indonesia (Telkom). Penurunan tarif berkisar antara 46-81 persen sesuai jarak.

Dengan skema tarif baru, ditetapkan biaya instalasi sebesar Rp2,4 juta baik sewa jaringan hingga 5 kilometer maupun lebih dari 500 kilometer. Sewa jaringan antara 5 hingga 20 kilometer dikenai biaya langganan sebesar Rp2,45 juta/bulan atau turun 81 persen dari sewa eksisting yang mencapai Rp13,106 juta/bulan. Untuk sewa jaringan antara 25-100 kilometer dikenai biaya langganan Rp6,9 juta atau turun antara 47-83 persen.
Sementara, untuk 150 dan 200 kilometer dikenai Rp8,55 juta atau turun 79 persen dari tarif sebelumnya, Rp44,776 juta. Lebih dari 250 kilometer, dikenakan tarif Rp15,150 juta atau turun 69 persen dari tarif sebelumnya Rp48,336 juta.

“Penurunan besaran tarif sewa jaringan dimaksud diharapkan dapat meningkatkan pertumbuhan akses Internet khususnya Internet domestik mengingat tarif akses internet pun menjadi turun,” demikian pernyataan yang diriis dalam situs resmi Direktorat Jendral Pos dan Telekomunikasi. Penurunan besaran tarif sewa jaringan itu juga akan meningkatkan penggunaan bandwidth oleh penyelenggara jasa Internet.

Jika dibandingkan dengan negara-negara lain, tarif yang ditetapkan Telkom masih lebih rendah dibandingkan Australia, Singapura, dan Thailand. Untuk biaya instalasi misalnya, Communication Authority di Thailand menetapkan standar tarif sekitar Rp8,5 juta, SingTel Singapura Rp9,8 juta, dan Telstra Australia Rp64,5 juta. Begitu pula dengan tarif per bulannya. Namun, besaran tarif sewa jaringan masih kalah dengan India. BSNL di negara tersebut tersebut hanya mengenakan biaya instalasi sekitar Rp233.976 saja dan biaya bulanan antara Rp331.778 hingga Rp16.573.300.

“Ini bentuk komitmen kita untuk menurunkan tarif Internet. Kita akan mengusahakan terus agar tarif Intrernet turun,” ujar Dirjen Postel Basuki Yusuf Iskandar, menjelaskan keputusan yang diambil itu, usai diskusi bersama komunitas blogger Senin (7/4) malam. Selain Telkom, ia mengatakan, penyedia layanan sewa jaringan lainnya yang juga telah menyerahkan usulan penurunan tarif adalah Indosat, Indonesia Comnet Plus, dan PT Artha Telekomindo. Sekitar 14 penyedia sewa jaringan lainnya belum menyerahkan ususlan perubahan tarif.(POSTEL/WAH).

Disadur dari : Kompas.com